Blogger lupa mandi. Macam-macam memang lika-liku kehidupan blogger.
Bagi beberapa blogger, terutama yang masih anyaran yang lagi
semangat-semangatnya membangun blog, lupa mandi merupakan hal yang umum,
wajar, biasa, dan tidak usah diperdebatkan.
Seperti temenku,
pada saat bangun tidur yang sering kesiangan itu, langsung diisi dengan
acara cek email lewat ponsel. Dan pagi akan menjadi pagi yang
membahagiakan jika ada email masuk memberi tau ada pengikut ataupun
komentar baru di blog. Bukannya lekas mandi, ia malah asyik bales-bales
komentar sambil senyum-senyum senewen sendiri. Sebaliknya akan menjadi
pagi yang kurang menyenangkan, jika blognya sepi.
Begitupun
ketika pulang kuliah, bukannya bergegas mandi, ia justru langsung
berdiam di kamar tanpa mau diganggu. Ngetik artikel, posting,
blogwalking, ngedit templete sampai berjam-jam toh bentuknya tetap
gitu-gitu juga. Punya blog ternyata membuatnya menjadi seorang
gayungphobia alias males mandi.
"Nggak mandi bro?"
"Lupa, bro!" dia pura-pura amnesia.
"Apa aku perlu panggilin warga atau masyarakat buat mandiin? Trus sekalian disholatin gitu."
"Nggak mandi itu sama dengan menghemat air, bro. Banyak daerah lagi kekurangan air, masa kita malah buang-buang air?"
"Bener juga sih. Lagian terlalu sering mandi, akan membuat wajah kita nanti terlihat tua di usia 70 tahun..."
Dan diapun terus ngeblog sampai lupa mandi, lupa makan, lupa pacar eh
yang ini mmg gk punya ... bahkan mungkin lupa bahwa dia sebenarnya
manusia. Ingat mandi kalau sudah malam jelang tidur. Dan karena mandi
malam itu dingin, biar tidak dingin dia mandinya memakai jaket. Stress
memang. Tapi begitulah. Usai mandi, bukannya langsung tidur, ia malah
lembur ngeblog entah sampai jam berapa.
Blogger yang sampai lupa
mandi saking sibuknya mengelola blog memang menimbulkan rasa iba. Tapi
ternyata, ada yang lebih menimbulkan iba lagi, yaitu blogger yang lupa
kata sandi.
Dia seorang blogger yang selama berbulan-bulan
ngeblog via aplikasi blogger di android. Cuma log in sekali dan kata
sandi tersimpan. Dan dalam kurun waktu berbulan-bulan itu, ia sesekali
update artikel baru, tanpa pernah log in log out.
Beberapa waktu
lalu ponsel androidnya tersebut hilang. Dari sinilah rasa iba itu mulai
menyeruak. Sudah androidnya hilang, dia juga sudah tidak bisa lagi masuk
ke blog akibat lupa kata sandinya. Ia cuma ingat emailnya saja. Maklum
saja selama berbulan-bulan ngeblog ia tidak pernah log in log out.
Sementara sandi-sandi yang harus dia hapal cukup banyak, mulai dari kata
sandi facebook, twitter, instagram, BBM sampai ATM. Parahnya nomor
handphone yang dulu ia gunakan untuk menverifikasi email adalah nomor
hanphone di handphone yang hilang. Lengkap sudah penderitaan.
"Aku nggak bisa ngeblog lagi. Aku lupa kata sandi..."
"Sabar. Makanya kalo Sandi ngomong tuh dengerin baik-baik...
"Passwoooord..." dia mulai menangis.
"Aku ingat! Soalnya dulu pas kamu log in email aku sempat ngintip..."
"Serius? Apa passwordnya?"
"Bintang bintang bintang....
"Huaaaa..." dia nangis makin kejer.
Dan aku yang tidak pintar tekhnologi ini, tidak bisa berbuat apa-apa
untuk membantu mengembalikan blog-nya. Hanya bisa termenung, bahwa
blogger lupa mandi ternyata masih lebih beruntung ketimbang blogger lupa
kata sandi. ^^